Apa Sih Salah Warnaku - Brondat.com

Kocheng oren

Apa Sih Salah Warnaku - Brondat.com

Brondat.com - Belakangan ini warganet banyak yang mengklaim si oren alias kocheng oren adalah kucing paling bar-bar diantara kucing lainnya. Entah pendapat itu berdasarkan pada pengalaman pribadi, atau hanya ikut-ikutan pendapat orang mengenai penilaian terhadap kucing berwarna oranye ini. 

Beredar pula meme yang memperlihatkan bagaimana kelakuan nyentrik dari kucing oren tersebut. Mulai dari kucing oranye itu menggigit temannya sendiri, sampai menggigit anjing. Beberapa warganet ada yang mengeluhkan ketika hewan peliharaannya melahirkan anak yang berwarna oranye. Mereka khawatir anak-anak kucing tersebut akan menjadi trouble maker.

"Sedikit cerita, stray cat di sekitar lingkungan gue banyak yang berwarna oranye. Saat diperhatikan, ternyata memang karakternya lebih berani ketika kita kasih hati (red: dikasih makan langsung nyamperin). Namun, saat menemukan stray cat oranye yang tidak se-agresif yang dikatakan orang, gue berpikir, sepertinya ada penilaian yang kurang tepat. Atau, mungkin kucing oranye itu termasuk yang introvert."

Di balik viralnya keagresifan kucing oranye, beberapa opini juga muncul dan itu berkebalikan dengan stereotif yang beredar di masyarakat belakangan ini. Salah satunya adalah kucing oranye biasanya cenderung pemalas dan egois. Entah atas dasar apa perihal opini tersebut. Bisa juga opini itu muncul karena pengaruh dari salah satu tokoh kartun kucing oranye yang terkenal.


Well, ternyata warna bulu mereka tidak berpengaruh secara signifikan terhadap karakter bawaannya. Hal ini dipertegas oleh peneliti dari University of California. Ia melakukan penelitian terhadap 1.274 pemilik kucing. Hasilnya adalah kucing betina berwarna abu-abu - putih menduduki urutan pertama di kategori kucing yang paling agresif. Urutan selanjutnya adalah kucing berwarna hitam - putih, atau oranye dan warna calico (tiga warna: putih - oranye - hitam). 

Study lain juga dilakukan oleh peneliti dari UC Berkeley. Dia melakukan survey terhadap 189 pemilik kucing. Kesimpulan yang didapat adalah kucing orange merupakan kucing yang paling ramah.

Berdasarkan pada beberapa penelitian tersebut, kita bisa melihat hasil yang tidak saling berkorelasi. Karena itulah, dapat disimpulkan bahwa warna bulu pada kucing dan pengaruhnya terhadap karakter yang dimiliki, bersifat subjektif. Setiap kucing (berwarna apapun) akan memberikan respon yang berbeda terhadap setiap orang bahkan kepada sesama kucing. Hal ini tidak bisa dirumuskan dengan warna yang dimilikinya. Lingkungan juga berpengaruh pada karakter dari setiap kucing. Satu hal yang pasti, karakter bawaan kucing sangat dipengaruhi oleh induknya. Faktor genetik yang terdapat pada warna bulu, tidak secara jelas menyimpulkan karakter yang sama antar kucing yang satu dengan yang lainnya.