Izinkan Ulama Ceramah di Klub-Klub Malam. Niat Dakwah atau Cari Sensasi?

Ceramah di klub malam

Izinkan Ulama Ceramah di Klub-Klub Malam. Niat Dakwah atau Cari Sensasi?

Brondat.com - Mendengar kata ceramah atau tausiyah, pada umumnya kita kenal tempatnya dilangsungkan di musholla, masjid atau tempat-tempat seperti di acara forum tertentu yang bernuansa keagamaan.

Namun di era ini ada ulama yang terbilang anti mainstream. Ulama itu bernama Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah. Keunikan beliau dalam berdakwah adalah lokasi yang dipilih tak biasa bin nyeleneh yakni di klub-klub malam. Dilansir dari news.detik.com (24 Juli 2019), niat Gus MIftah yang mau ceramah di klub-klub malam ini pun mendapat izin dari Gubernur Jakarta Anies Baswedan.

"Gus Miftah itu bisa masuk ke dunia siang dan dunia malam. Tentu bukan hanya saja diizinkan, tapi ini adalah hak warga negara. Jangan salah, ini hak-hak warga negara, jadi Gus Miftah bisa ikut mewarnai agar lebih banyak lagi yang mendapatkan manfaat dan insyaallah beliau menghantarkan hidayah karena hidayah itu datangnya dari Allah."Tutur Anies   

 

Aksi Gus Miftah yang ceramah di klub-klub malam ini sempat menuai pro dan kontra. Seperti di Bali menuai kontroversi. Tetapi Gus Miftah pantang mundur. Terus melakukan dakwah dengan caranya sendiri dengan lokasi-lokasi yang identik dengan nuansa hiburan malam. 
Ada yang menolak dan ada yang menerima. Seperti di Yogyakarta Gus Miftah bahkan mengaku sudah rutin mengadakan ceramah selama 12 tahun di salah satu VVIP Club. Pemilik club tidak keberatan para pekerja dan tamu diberikan siraman rohani. Gus Miftah memberikan ceramah dua kali dalam satu bulan di sana.

Dan kini Gus Miftah mendapat sambutan positif dari Gubernur Jakarta Anis Baswedan. Rencananya dia akan mengadakan ceramah pada tanggal 8 Agustus 2019 di salah satu club malam Jakarta.

Bagaimana menurut agan. Aksi ulama ini murni niat dakwah atau cari sensasi?
Kalau berbicara niat kita tentu tak akan pernah tahu pastinya gan. Niat itu adalah milik personal yang hanya Tuhan dan si pemilik niat yang tahu. Selagi itu perbuatan baik maka tak ada salahnya kita berprasangka baik. Sekalipun terhadap hal-hal yang tak biasa seperti aksi Gus Miftah.

Tidak dapat membayangkan betapa hebatnya Gus Miftah berdiri tegak di antara penikmat hiburan malam. Di tempat yang identik dijadikan ajang berfoya-foya, menikmati aurat dan mengonsumsi barang haram. Sungguh butuh mental baja untuk berceramah di sana. Dan sepertinya Gus Miftah ini bukanlah orang sembarangan. Dia pasti punya ilmu komunikasi dan pengetahuan luas yang mumpuni. Bisa menyesuaikan dimana sedang berada. Dan materi ceramah pun tentu yang mudah dicerna semua kalangan.

Bagaimana jika aand menjadi salah satu pengunjung club malam, lalu tiba-tiba datang Gus Miftah berdiri tegak, bersuara lantang, mengajak-menyeru untuk  beribadah kepada Tuhan. Apa yang akan agan lakukan?