Twitter Akan Sortir Ujaran Kebencian Yang Menyinggung Agama

Twitter akan bersih-bersih

Twitter Akan Sortir Ujaran Kebencian Yang Menyinggung Agama

Brondat.com - Demi menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman dan menghalau lebih banyak lagi konten negatif untuk semua pengguna platform-nya, Twitter memperbaharaui peraturan soal ujaran kebencian. Mulai hari ini, Kamis 11 Juli 2019, Twitter akan memblokir kicauan-kicauan yang memuat ajakan membenci berdasarkan agama tertentu. Termasuk juga kicauan yang menggunakan bahasa-bahasa kasar di Twitter.

Lewat blog resmi mereka, Twitter bermaksud menjaga pengguna tetap aman dalam menggunakan media sosial tersebut. Twitter fokus untuk menangani risiko-risiko berbahaya yang mungkin saja bisa menimbulkan kekacauan di dunia nyata. Sebelum meresmikan pembaruan kebijakan ini, Twitter menyebut bahwa tim mereka sudah melakukan berbagai riset lewat sederet penelitian. Di antaranya penelitian Dangerous Speech yang dikepalai oleh Dr Susan Benesch dan Recent Research on Dehumanization yang ditulis oleh Nick Haslam dan Michelle Stratemeyer.

Dalam dua penelitian tersebut ditampilkan fakta bahwa penggunaan bahasa-bahasa kasar yang tidak manusiawi di media sosial dapat meningkatkan risiko bahaya di kehidupan nyata.

"Setelah melakukan diskusi komprehensif berdasarkan feedback dari publik, pakar eksternal dan tim Twitter, kami memutuskan untuk memperluas peraturan tentang perilaku kebencian dengan memasukkan bahasa tidak manusiawi berdasarkan agama," tulis Twitter.

Sepanjang tahun 2018, Twitter telah menerima banyak feedback dari berbagai komunitas di seluruh dunia. Komunitas ini datang dari berbagai latar belakang dan budaya yang menggunakan platform berlogo burung berwarna biru tersebut. Sekitar 8 ribu tanggapan masuk ke Twitter dari pengguna yang berasal dari 30 negara lebih.

Atas masukan-masukan tersebut jugalah akhirnya Twitter memutuskan untuk melarang dan akan secara total membasmi cuitan yang membenci kelompok atau komunitas agama.

Tentu saja Twitter juga tetap meminta pengguna aktif untuk melaporkan bila menemukan cuitan yang berisi ujaran kebencian. "Kami minta untuk dihapus kalau dilaporkan ke kami. Kalau dilaporkan, tweet yang melanggar peraturan dan di-tweet sebelum hari ini (10 Juli) perlu dihapus. Meski begitu, hal ini tidak akan langsung menyebabkan akun di-suspend karena tweet tersebut dibuat sebelum peraturan ini ditetapkan," jelas mereka.

Ini merupakan langkah awal Twitter sebelum nantinya mereka akan memperluas lagi cakupan peraturan terkait ujaran kebencian ini. Ke depannya, Twitter akan melibatkan lebih banyak kelompok untuk menjaga platform mereka dari konten-konten negatif.